Strategi Anti-Boncos: Panduan Iklan TikTok Shop dan Shopee bagi Seller Pemula


Bagi pelaku usaha mikro di Indonesia, terutama yang bergerak di bidang otomotif maupun produk gaya hidup, menjalankan iklan di platform besar seperti TikTok Shop dan Shopee adalah tantangan tersendiri. Banyak seller mengeluhkan biaya iklan yang tinggi namun tidak sebanding dengan pesanan yang masuk, atau yang populer disebut dengan istilah "boncos".

Iklan yang merugikan biasanya terjadi karena kurangnya pemahaman tentang algoritma periklanan dan perilaku konsumen. Melalui artikel ini, Diako Post akan membedah strategi teknis agar modal iklan Anda kembali menjadi keuntungan berkali-kali lipat.



1. Riset "Winning Product" Sebelum Beriklan


Trik pertama agar tidak rugi adalah jangan mengiklankan semua produk. Anda harus melakukan kurasi. Iklan hanyalah pengeras suara; jika produknya memang tidak diminati, pengeras suara sekeras apa pun tidak akan menghasilkan penjualan.

  • Gunakan Data: Lihat produk mana yang memiliki jumlah "Klik" organik tertinggi di toko Anda namun penjualannya masih sedikit. Itu tandanya orang tertarik, tapi butuh dorongan iklan.
  • Tes Kecil: Lakukan testing iklan dengan anggaran minimal selama 3 hari. Jika tidak ada konversi, segera ganti produk atau kreatif videonya.

2. Mengoptimalkan "Targeting" dan Audiens


Di Shopee, iklan kata kunci (Keyword Ads) sangat krusial. Jangan hanya menggunakan kata kunci yang terlalu luas.

  • Spesifik itu Cuan: Misalnya, alih-alih hanya menggunakan kata kunci "Aksesoris Motor", gunakanlah "Aksesoris Motor Honda Scoopy Kebumen". Kata kunci yang spesifik memiliki biaya per klik (CPC) yang lebih murah dan mendatangkan pembeli yang lebih pasti.
  • Lookalike Audience di TikTok: Gunakan fitur audiens serupa untuk menjangkau orang-orang yang memiliki perilaku belanja mirip dengan pelanggan lama Anda.

3. Kreatif Konten adalah "Nyawa" Iklan TikTok


Berbeda dengan Shopee yang lebih fokus pada foto produk, iklan di TikTok sepenuhnya bergantung pada video. Video yang terlalu terlihat seperti "iklan jualan" biasanya akan dilewati oleh pengguna.

  • Trik Soft Selling: Mulailah video dengan masalah yang sering dihadapi audiens. Misalnya, "Pusing cari suku cadang motor yang ori tapi murah?".
  • Kualitas Visual: Seperti yang sering kita bahas di Diako Post, visual yang estetik dan bersih akan meningkatkan kepercayaan (trust) calon pembeli secara instan.


4. Menghitung ROI (Return on Investment) secara Ketat


Banyak pedagang lupa menghitung margin keuntungan setelah dipotong biaya iklan dan biaya admin platform.

  • Rumus Sederhana: Jika keuntungan bersih per produk adalah Rp20.000, maka biaya iklan per produk (Cost Per Acquisition) tidak boleh lebih dari Rp10.000 agar Anda tetap mendapatkan untung.
  • Evaluasi Berkala: Matikan iklan yang memiliki Click-Through Rate (CTR) di bawah 1%. Itu tandanya iklan Anda tidak menarik bagi audiens.


5. Optimasi Halaman Produk (Landing Page)


Jangan menyalahkan iklan jika orang klik tapi tidak beli. Seringkali masalahnya ada pada halaman produk Anda.

  • Deskripsi Lengkap: Pastikan semua informasi yang dibutuhkan pembeli sudah ada.
  • Testimoni Bintang 5: Iklan akan bekerja jauh lebih baik jika produk tersebut sudah memiliki beberapa ulasan positif dari pembeli sebelumnya.


Kesimpulan:

Beriklan di TikTok Shop dan Shopee bukan tentang siapa yang punya modal paling besar, melainkan siapa yang paling pintar membaca data. Mulailah dengan anggaran kecil, lakukan optimasi pada konten, dan pastikan produk Anda benar-benar memberikan solusi bagi pembeli.


Butuh Bantuan Optimasi Toko Online atau Pembuatan Konten Iklan? 

Mengelola iklan sambil mengurus stok barang tentu sangat melelahkan. Diako Post siap membantu Anda dalam urusan digital marketing, mulai dari pembuatan website profesional hingga strategi konten yang mematikan.

Hubungi Tim Ahli Diako Post Sekarang



Komentar